CPNS Honorer K2 Sultra Masih Belum Terpenuhi Kuotanya

WhatsAppShare

HOT NEWS !

Sejak Tahun 2014, Ujian CPNS dilaksanakan secara online dengan sistem Computer Assisted Test (CAT).

Apakah Anda sudah mengenal ujian dengan sistem CAT..?

Pelajari Info lengkapnya ...
Klik Disini >>

CPNS Honorer Sultra – Peserta tes calon pegawai negeri sipil (CPNS), baik pelamar umum maupun honorer kategori dua (K2) harus mempersiapkan diri sebaik mungkin menghadapi tes tulis pada 3 November mendatang.

Pasalnya, tantangan dihadapi bukan hanya harus berkompetisi dengan ribuan pelamar lain untuk memperebutkan satu tiket sesuai spesifikasi masing-masing. Namun lebih dari itu, ia juga harus berjuang keras melewati nilai ambang batas kelulusan (passing grade).

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sultra, Nur Endang Aburaera menjelaskan, tidak ada jaminan kuota yang tersedia terpenuhi semuanya. “Tergantung nilai diperoleh, kalau melewati passing grade ya lulus. Tapi kalau tidak sampai, maka tidak bisa dipaksakan meskipun boleh jadi kuota belum terpenuhi. Jadi, tidak ada jaminan kuota itu bisa terpenuhi semuanya tergantung nilai diperoleh, mencapai Passing grade atau tidak,” ujar Endang.

Lalu bagaimana kalau yang lulus melebihi kuota tersedia? Menurutnya hal itu akan melalui proses perengkingan. Siapa lebih tinggi nilainya, maka dinyatakan lulus. Sayangnya, meski jadwal tes tulis CPNS sisa 12 hari lagi, namun hingga kini belum ada informasi berapa pastinya passing grade kelulusan CPNS tahun ini. “Kami masih menunggu arahan dari pusat berapa pastinya passing grade yang disyaratkan. Yang jelas, hingga saat ini belum ada informasi soal itu,” ujar Kabid Pengadaan dan Mutasi Pegawai BKD Sultra, Armada saat dihubungi kemarin.

Namun ternyata bukan soal passing grade itu yang menjadi kegalauan BKD saat ini. Menurut Armada hingga saat ini pihanya belum mendapat kepastian soal kuota untuk CPNS dari K2. “Kalau pelamar umum tak ada persoalan. Kuotanya masing-masing sudah jelas. Hanya saat ini belum jelas soal kuota K2. Angka 30 persen itu kuota nasional, kita belum tahu apakah itu juga berlaku di daerah atau bagaimana,” ungkap Armada.

Kondisi inilah dalam waktu dekat akan dipertanyakan. Armada juga meminta agar dewan bisa bersama-sama mempertanyakan itu. “Persoalan ini yang perlu kita perjelas bersama,” katanya.

WhatsAppShare
Share