• Home »
  • CPNS »
  • Daerah Dengan APBD Diatas 50 Persen Boleh Buka Lowongan CPNS 2014

Daerah Dengan APBD Diatas 50 Persen Boleh Buka Lowongan CPNS 2014

WhatsAppShare

HOT NEWS !

Sejak Tahun 2014, Ujian CPNS dilaksanakan secara online dengan sistem Computer Assisted Test (CAT).

Apakah Anda sudah mengenal ujian dengan sistem CAT..?

Pelajari Info lengkapnya ...
Klik Disini >>

Info Lowongan CPNS 2014 – Kabar gembira untuk peminat pekerjaan sebagai CPNS. Tahun 2014 ini, seluruh Pemerintah Kabupatan dan Kota di Indonesia diperbolehkan membuka lowongan CPNS untuk jalur pelamar umum.

Ketentuan ini tentu berbeda dengan 2012 dan 2013, dimana kabupaten/kota yang porsi belanja pegawai di APBD lebih dari 50 persen, tidak boleh membuka Lowongan Penerimaan CPNS. Untuk tahun 2014 ini memang aturan tersebut masih berlaku. Hanya saja diberi kelonggaran, dimana pemerintah daerah yang porsi belanja pegawainya di APBD di atas 50 persen, tetap boleh ikut membuka lowongan. Tetapi dengan catatan, jumlah yang direkrut hanya untuk menutupi jumlah PNS yang pensiun.

Dengan demikian, dipastikan sejumlah kabupaten/kota di Indonesia hanya akan mendapatkan jatah kursi CPNS yang jumlahnya terbatas, sesuai dengan jumlah PNS yang pensiun. Pasalnya, masih cukup banyak kabupaten/kota porsi belanja pegawainya masih berada di atas 50 persen.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Azwar Abubakar mengatakan, kebijakan tersebu ditempuh untuk menekan jumlah PNS, yang hingga saat ini dirasakan masih cukup gemuk.

Pemerintah, lanjutnya, terus berupaya menerapkan zero growth, yakni penambahan formasi dihitung berdasarkan berapa PNS yang pensiun. Harapannya, jumlah pegawai tetap dan tidak mengalami penambahan signifikan.

“Untuk tahun ini tetap diberlakukan rasio belanja pegawai harus di bawah 50 persen. Kalau rasio belanja pegawainya sudah di atas 50 persen, sementara jumlah pensiunnya sedikit, maka formasi yang diberikan hanya mengisi jumlah PNS yang pensiun saja. Di luar itu tidak bisa lagi karena beban APBD sudah berat ke belanja aparatur. Hal ini karena jumlah pegawai kita sudah cukup besar,” beber Azwar di Jakarta, kemarin (10/6)

WhatsAppShare
Share