• Home »
  • CPNS »
  • Hasil Seleksi CPNS Honorer K2 Mundur Karena Masalah Teknis

Hasil Seleksi CPNS Honorer K2 Mundur Karena Masalah Teknis

WhatsAppShare

HOT NEWS !

Sejak Tahun 2014, Ujian CPNS dilaksanakan secara online dengan sistem Computer Assisted Test (CAT).

Apakah Anda sudah mengenal ujian dengan sistem CAT..?

Pelajari Info lengkapnya ...
Klik Disini >>

Pengumuman CPNS Honorer K2 mundur lagi. Banyak asumsi negatif tentang mundurnya ini, tetapi pihak yang terkait tentunya mempunyai alasan tersendiri.

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) memastikan hasil seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari Tenaga Honorer Kategori II (K2) tahun 2013 batal diumumkan pada 5 Februari 2014.

Dikutip dari surat Pemberitahuan KemenPAN-RB Nomor B/758/S.PAN-RB/2/2014, disebutkan pengumuman kelulusan peserta seleksi tidak dapat diumumkan karena ada kendala teknis. “Dikarenakan ada kendala teknis, maka pengumuman kelulusan seleksi CPNS dari Tenaga Honorer K2 ditunda dalam waktu yang tidak terlalu lama,” kata Sekretaris KemenPAN-RB selaku Sekretaris Tim Pengarah PANSELNAS, Tasdik Kinanto, Kamis (6/2/2014).

Pemerintah sebelumnya mengumumkan hasil seleksi CPNS honorer K2 pada 5 Februari 2014. Namun, pengumuman itu tertunda karena KemenPAN-RB masih harus berkonsultasi dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebelum mengumumkan hasil tes.

Menurut MenPAN-RB Azwar Abubakar, pengumuman hasil CPNS dari jalur honorer K2 ini bersifat final. Peserta yang namanya lulus atau tercantum artinya langsung lolos sebagai PNS

Azwar menjelaskan, pengangkatan tenaga honorer K2 menjadi CPNS sangat diprioritaskan untuk tenaga guru, tenaga kesehatan, tenaga penyuluh, serta tenaga teknis/administrasi tertentu. Selain itu, pengangkatan ini disesuaikan dengan kebutuhan instansi dan kemampuan keuangan negara sampai dengan tahun anggaran 2014.

Dari 605.170 peserta tes, sebanyak 254.774 atau 42% diantaranya merupakan tenaga pendidik. Adapun tenaga kesehatan sebanyak 17.124 orang, tenaga penyuluh ada 5.585 orang, dan 327.696 orang, atau 54% merupakan tenaga teknis/administrasi.

Ia menyebutkan, dari berbagai masukan dan aspirasi daerah, yang paling banyak dibutuhkan oleh daerah adalah tenaga kependidikan. “Karena itu kami mengalokasikan antara 40%-50% yang akan diterima menjadi CPNS,” terang Azwar.

WhatsAppShare
Share