Info Lowongan CPNS Jambi 2014

WhatsAppShare

HOT NEWS !

Sejak Tahun 2014, Ujian CPNS dilaksanakan secara online dengan sistem Computer Assisted Test (CAT).

Apakah Anda sudah mengenal ujian dengan sistem CAT..?

Pelajari Info lengkapnya ...
Klik Disini >>

Info CPNS Jambi 2014 – Anda yang ingin mendaftar CPBS di Provinsi Jambi tampaknya harus bersiap siap mulai sekarang. Meski belum mendapat jawaban kepastian penerimaan, namun sejumlah kabupaten/kota memastikan akan menerima CPNS. Bahkan, sejumlah SKPD sudah diminta mengajukan kebutuhan CPNS di tempatnya masing-masing.

Seperti di Kota Jambi yang masih menunggu jawaban dari BKN atas pengajuan formasi untuk CPNS 2014. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Jambi, Subhi Yusuf mengatakan pihaknya sudah mengajukan formasi CPNS ke BKN di Palembang beberapa waktu lalu. “Kita sudah minta alokasi formasi, tapi sampai sekarang belum ada kepastian,” katanya.

Dia mengatakan, mungkin saja ada pertimbangan dari BKN tentang alokasi anggaran untuk gaji pegawai. Di mana, lebih dari 50 persen APBD Kota Jambi dipergunakan untuk membayar gaji pegawai. Dan jika dipertimbangkan dari alokasi anggaran tersebut, dirasakan belum perlu bagi Pemkot untuk menambah pegawai.

Tapi, meski demikian, Subhi mengatakan pihaknya tetap mengajukan formasi. Karena ada kebutuhan pegawai di bidang-bidang tertentu. Menurutnya, yang diajukan adalah untuk posisi tenaga kesehatan dan guru. Namun, Subhi mengatakan tidak ingat berapa jumlah formasi yang diajukan. “Kita tetap minta formasi. Karena ada kebutuhan untuk guru dan tenaga kesehatan. Sampai sekarang belum ada kepastian,” katanya.

Pengajuan itu sendiri sudah dilakukan beberapa waktu lalu. Namun belum bisa dipastikan apakah Kota Jambi akan membuka lowongan CPNS atau tidak. Sebagaimana diketahui, Kota Jambi sudah tidak menerima lowongan CPNS sejak lima tahun silam. Subhi mengatakan, terakhir kali ada penerimaan adalah tahun 2008. “SK terakhir keluar itu tahun 2009, jadi sampai sekarang sudah lebih dari lima tahun kita tak terima CPNS,” tandasnya.

Lalu, Pemerintah Kabupaten Batanghari juga berencana menerima CPNS tahun ini. Hanya saja, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) belum bisa mengajukan formasi CPNS yang dibutuhkan ke pemerintah pusat. Masalahnya, SKPD di lingkup Pemda Batanghari sebagian besar belum menyerahkan kebutuhan CPNS kepada BKPPD. “Kita belum bisa mengusulkan karena SKPD hingga saat ini belum menyerahkan kebutuhan CPNS kepada BKPPD sesuai yang diminta,” Kata Plt Kepala BKPPD Batanghari, M. Syargawi.

Dijelaskan Syargawi, dari 24 SKPD di lingkup Pemda Batanghari, sejauh ini baru dua instansi yang sudah menyerahkan kebutuhan. yang selesai menyerahkan berapa kebutuhan CPND di SKPD tersebut. Dua instansi itu yakni, Inspektorat dan BKPPD. “Yang lain belum menyerahkan kebutuhan. Padahal, itulah yang menjadi dasar Kita mengajukan penerimaan,” ucapanya.

Keterlambatan SKPD mengajukan kebutuhan CPNS lantaran terjadinya perubahan format. Pihak Menpan meminta agar dalam usulan dicantumkan nama jabatan dalam formasi. Syargawi mencontohkan kebutuhan tenaga dari ekonomi akutansi. Maka harus dibuat dalam formasi jabatan yang dibutuhkan pengelola keuangan. “Tahun sebelumnya, formasi yang diajukan cukup bikin jabatan staf, sekarang harus dibuat jabatan apa yang dibutuhkan,” terangnya.

Disampaikan Syargawi, belum lama ini semua kepala SKPD ikut dalam rapat di kantor bupati terkait penerimaan CPNS. Setiap SKPD sudah diminta untuk mengajukan formasi CPNS yang dibutuhkan kepada BKPPD. Sebab, yang lebih tahu jumlah kekurangan dan kebutuhan CPNS merupakan dinas/intansi terkait. “Kami sendiri meminta agar SKPD sudah menyerahkan formasi yang dibutuhkan sebelum 31 Mei. Dengan begitu, Kami tinggal melanjutkan ke pusat,” tutupnya.

Keyakinan serupa juga datang dari Kabupaten Tebo. Guna mencukupi kebutuhan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Tebo, tahun 2014 ini Pemda Tebo memastikan membuka penerimaan CPNS jalur umum. Hal ini diungkapkan Sekretaris BKD, Eko Nuryanto. “Iya, kita tahun ini membuka CPNS jalur umum,” terangnya.

Dikatakannya, pembukaan lowongan CPNS, merupakan instruksi dari Menpan beberapa waktu lalu yang sudah menginformasikan bahwa Tebo bakal kembali mendapat alokasi PNS tahun 2014. “Instruksi Menpan begitu, juga memang Tebo memang masih kekurangan PNS diberbagai instansi,” ungkapnya.

Lanjutnya, pihaknya saat ini telah mengajukan sekitar 4000 formasi ke Menpan. Pengajuan formasi meliputi Pendidikan, kesehatan dan lainnya. “Kebutuhan pastinya kita masih lakukan penghitungan, tetapi kita ajukan 4000 formasi,” jelasnya.

Dijelaskannya lagi, sebelumnya Bupati Tebo sudah menyetujui pengajuan 4000 formasi ke Menpan, dan dari 4000 formasi yang diajukan, sudah pasti tidak sebanyak itu usulan yang akan diterima oleh Menpan. Karena, biasanya hanya ratusan yang diterima. “Paling hanya ratusan yang disetujui Menpan,” ungkapnya.

Eko menambahkan, pihaknya selaku penyelenggara hanya bisa mengajukan sesuai dengan skala priortitas yang dibuthkan, mengenai berapa yang akan di dealkan oleh Menpan, Pusat lah yang menentukannya.

Bagaimana dengan Pemkab Merangin? Untuk tahun 2014 ini, dipastikan Kabupaten Merangin akan menerima calon pegawai negeri sipil daerah (CPNSD) baru, namun kepastian proses rekrutmen bergulir belum bias disampaikan sebab masih menunggu petunjuk pusat sembari quota un tuk Kabupaten Merangin juga keluar.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Merangin, Hatam Tafsir, yang dikonfirmasi via telpon kemarin (25/05), mengatakan, secara umum formasi sudah disampaikan ke Mepan dan BKN bahwa Merangin butuh tambahan PNS baru sebanyak 2000 orang untuk lima tahun mendatang. “Untuk tahun 2014 ini, kita usulkan 350 formasi, semoga ini bias disetujui pusat,” sebutnya.

Dia menambahkan, dari sekitar 350-an formasi yang diajukan untuk tahun 2014 ini, mayoritas didominasi oleh tenaga guru, para medis, medis dan teknis secara berurut. “Yang paling banyak kita usulkan tetap guru, karena memang kebutuhan paling besar pada tenaga guru, namun angka pastinya saya lupa, kalau mau jelas nian silahkan ke kantor waktu jam kerja,” kata Hatam Tafsir.

Hatam Tafsir, juga menyampaikan secara teknis pihaknya sudah siap untuk melakukan proses rektrutmen, namun karena belum ada petunjuk dari pusat, maka proses belum bias berjalan. “Kita juga sudah anggarkan dana untuk pelaksanaan test CPNS,” sebutnya.

Lebih jauh, dia menyampaikan, bagi para putra-putri Kabupaten Merangin yang berminat untuk maenjadi pegawai negeri sipil, silahkan mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. “Namun kita pastikan untuk test CPNS umum tidak ada formasi untuk SMA sederajat, minimal D III,” sebutnya.

Disinggung mengenai, seringnya muncul isu jika pada saat test CPNS sering ada permainan uang, Dia mengatakan, hal tersebut tidak benar. “Jangan takut bersaing, jika kita memiliki kemampuan dan memenuhi syarat silahkan berkompetisi, belajar dan persiapkan diri sebaik mungkin,” tukasnya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) pada tahun ini berencana akan menbuka formasi Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk memenuhi kebutuhan pegawai di wilayah Tanjabbar.

Penerimaan formasi CPNS 2014, BKD Tanjabbar akan mengajukan sebanyak 3.600 CPNS ke KemenPAN RB. Hal ini disampaikan oleh Kepala BKD Zulkifli. Namun persetujuan atas pengajuan ini tetap tergantung dari KemenPAN RB. Zul menyebut formasi yang diajukan diprioritaskan untuk sektor pendidikan dan kesehatan. “Ini yang paling dibutuhkan saat ini,” jelasnya.

Selain itu, Tanjab Barat juga akan mengakomodir lulusan SMA untuk ikut tes CPNS, namun disesuaikan terlebih dahulu dengan kebutuhan, semisal operator komputer, atau tukang ngantar surat. “Tergantung dengan usulan dari masing-masing SKPD,” papar kepala BKD Tanjabbar, Zulkifli.

Terkait dengan edaran pusat dimana semua peserta harus mengikuti seleksi secara elektronik. Dan hal ini juga sebenarnya menjadi keinginan Pemkab Tanjab Barat. Karena dengan sistem seperti ini, kata Zulkifli, akan dapat meningkatkan transparansi dalam proses seleksi CPNS.

Dan meminimalisir kecurangan. “Test (dengan sistem elektronik) akan dilakukan di Kanreg BKN Palembang, kerjasama untuk tes di di Palembang ini sudah disepakati,” papar Zul. Hal ini sengaja dilakukan di Palembang, karena alat untuk proses seleksi melalui komputer tak dimiliki Tanjab Barat. “Komputernya harus berstandar, dan tidak terkontaminasi. Tempatnya juga harus berstandar,” tandasnya.

Sementara itu Pemerintah Kabupaten Tanjungjabung Timur pada tahun 2014 ini belum bisa memastikan akan menerima CPNS atau tidak. Hal ini ditegaskan oleh Bupati Tanjabtim, Zumi Zola Zulkifli belum lama ini. Menurut Zola, belum diputuskannya penerimaan CPNS tahun 2014 karena akan memprioritaskan para honorer yang belum terakomodir pada tes CPNS K2 tahun 2013 lalu. “Kita masih memprioritaskan honorer yang belum lulus tahun lalu, bagaimana ke depannya, jadi kita belum memastikan apakah akan melakukan penerimaan CPNS tahun ini atau tidak,” ujar Zumi Zola kepada sejumlah wartawan di rumah Dinas baru-baru ini.

Sebab, dari sekitar kurang lebih 400 honorer K2 yang ada baru sekitar 160an yang diterima sebagai CPNS yang dilakukan perekrutan tahun 2013 lalu. “Masih ada sekitar 300-an yang belum diakomodir ini mau dikemanakan, ini yang terus kita koordinasikan dengan Menpan,” jelasnya.

Pemkab Tanjabtim dalam hal ini terus berkoordinasi terkait nasib honorer yang belum terakomodir ini. Dan selaku kepala daerah, Zumi Zola terus mengupayakan agar honorer ini mendapatkan prioritas dalam penerimaan CPNS. “Makanya kita belum memastikan apakah akan menerima CPNS tahun ini atau tidak, sementara masih ada honorer yang belum diterima sebagai CPNS,” terangnya.

Selain itu, bupati juga mengatakan penerimaan CPNS harus sesuai dengan kebutuhan yang ada. “Jangan sampai nanti penerimaan CPNS dibuka. Namun setelah diterima malah banyak yang tidak menjalankan tugas sesuai fungsi dan tempat tugas yang telah ditetapkan. Jadi kita juga harus melihat kebutuhan,” katanya.

Zola tidak ingin setelah CPNS diterima bukan memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat, namun malah mengajukan pindah tugas. Karena alasan kondisi geografis Tanjabtim. “Kita tidak mau ini terjadi, jadi harus ada pertimbangan sesuai kebutuhan,” pungkasnya.

Serupa dengan Tanjabtim juga datang dari Pemkab Sarolangun. Tahun 2014 ini Kabupaten Sarolangun belum bisa memastikan akan melaksanakan penerimaan CPNS. Apalagi Sekda Sarolangun, Thabroni Rozali, beberapa waktu yang lalu sudah menegaskan tahun 2014, Sarolangun pastikan tidak rekrut Pegawai Negeri Sipil.

Sekretaris BKP2D Kabupaten Sarolangun, Febriati mengatakan, pihaknya telah mengajukan formasi CPNS, tapi pelaksanaannya belum bisa dipastikan apakah akan dilaksanakan atau tidak untuk Kabupaten Sarolangun. “Formasi sudah diajukan, tapi belum tahu akan dilaksanakan atau tidak,” ucapnya.

Disebutkannya, Pemerintah Kabupaten Sarolangun, tahun 2014 ini, belum pasti menerima PNS. Pemkab masih fokus mengurusi tenaga honorer kategori 2 (K2) sebanyak 190 orang yang baru diangkat. Sedangkan, Pemprov Jambi sudah memastikan tidak akan menerima CPNS 2014 ini.

Sumber : http://www.jambi-independent.co.id/jinn/index.php/component/k2/item/495-pemda-siap-siap-terima-cpns

WhatsAppShare
Share