Home » CPNS » Rekrutmen CPNS Sungai Penuh Sebanyak 200 Formasi

Rekrutmen CPNS Sungai Penuh Sebanyak 200 Formasi

September 10, 2013 by - Filed under: CPNS 
Share

HOT NEWS !

Mulai Tahun 2014, Ujian CPNS akan dilaksanakan secara online dengan sistem Computer Assisted Test (CAT).

Apakah Anda sudah mengenal ujian dengan sistem CAT..?

Pelajari Info lengkapnya ...
Klik Disini >>

Formasi CPNS Sungai Penuh – Ini kabar gembira bagi pencari kerja yang berminat mengikuti seleksi masuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Kemarin (9/9), Pemkot Sungai Penuh yang secara resmi sudah memastikan jadwal pendaftaran CPNS tahun 2013. Sementara daerah lain kemungkinan menyusul dalam waktu dekat.

Dalam pengumuman penerimaan CPNS yang ditandatangani oleh Wali Kota Sungai Penuh Prof DR Asyafri Jaya Bakri, MA, tanggal 9 September dituliskan, pendaftaran penerimaan CPNS di Pemkot Sungai Penuh dibuka mulai 13 September 2013 hingga 28 September 2013.

Tahun ini, Pemkot Sungai Penuh menerima 200 orang untuk mengisi formasi 49 jabatan. Mulai dari tenaga pendidik, tenaga kesehatan dan tenaga teknis.

Kepala BKD Kota Sungai Penuh Drs Pusri Amsy, melalui Kabid Pengadaan, Mutasi dan Pensiun, Sutrisno mengatakan, pelaksanaan tes CPNS dilakukan dengan tiga tahap, yaitu, tahap seleksi administrasi, ujian tes kompetensi dasar (TKD) dan tes kompetensi bidang (TKB).

Dijelaskannya, penerimaan lamaran dimulai tanggal 13 September 2013 hingga 28 September 2013, pukul 16.00 WIB. Surat lamaran dikirimkan melalui PT POS Indonesia kantor cabang Sungai Penuh. Pengumuman yang lulus seleksi administrasi dilakukan tanggal 5 Oktober 2013, dan pengambilan nomor ujian tanggal 25 Oktober 2013.

Ujian tes kompetensi dasar dilakukan serentak pada hari Minggu, 3 November 2013, dimulai pukul 08.00 WIB. Selanjutnya, , test komptensi bidang akan diumumkan dengan mempedomani hasil tes kompetensi dasar, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Menurut Sutrisno, formasi yang diterima Pemkot Sungai Penuh adalah, Tenaga Pendidik, terdiri dari guru kelas, guru seni budaya, guru teknik elektronika, guru penjaskes dan guru lainnya. Lalu, Tenaga Kesehatan terdiri dari, perawat, bidan, apoteker, asisten apoteker, penyuluh kesehatan masyarakat, nutrisonis, analis kesehatan.

Sedangkan untuk Tenaga Teknis yang diterima adalah penyuluh KB, penyuluh pertanian, penyuluh perikanan, pengawas mutu dan hasil pertanian, pengawas teknis jalan dan jembatan, penata ruang, penyuluh perindag, dan penyuluh peternakan.

Kemudian, pranata komputer, operator komputer, analis kepegawaian, analis tata praja, psikolog, arsiparis, pranata laporan keuangan, analis perpajakan hingga pelaksana pembinaan peningkatan prestasi kerja.

Sutrisno menegaskan bahwa, syarat mengikuti seleksi minimal berpendikan DIII dan maksimal berpendidikan S1. “Yang diterima adalah pendidikan DIII dan S1, dan penempatannya disesuaikan dengan rencana penempatan yang sudah dicantumkan dipengumuman,” terangnya.

Lalu bagaimana dengan daerah lain? Hingga kemarin belum ada kejelasan kapan pendaftaran dibuka. Di Sarolangun misalnya, panitia masih menunggu petunjuk pusat. Saat ini, Badan Kepegawaian Pelatihan dan Pedidikan Daerah (BKPPD) Sarolangun baru memastikan sistem penerimaan sesuai permintaan BKN.

Sekda Sarolangun, Thabroni Rozali mengatakan, pihahknya belum bisa memastikan kapan penerimaan CPNS di Sarolangun dimulai, karena belum ada arahan resmi. “Kita baru saja memenuhi permintaan BKN terkait cara penerimaan CPNS, dan tadi sudah kita kirimkan,”ujarnya.

Menurut Thabroni, BKN meminta surat resmi dari Pemkab Sarolangun tentang cara teknis penerimaan pada hari Jum’at lalu, dan kemarin sudah penuhi. “ Hampir dipastikan proses penerimaan akan dilakukan secara tertulis dengan cara mengisi Lembar jawaban Komputer (LJK). Tes dilakukan dua kali, yakni tes kemampuan dasar (TKD) dan tes Kamampuan Fungsional (TKF),”jelasnya.

Ketika didesak masalah kapan waktu penerimaan, Sekda tetap belum bisa pastikan, sebab semua tergantung petunjuk pusat. “Kita sifatnya hanya melaksanakan, kapan waktunya itu murni arahan pusat, termasuk proses penilaian itu merupakan kewenangan panitia pusat atau yang dibentuk pemerintah pusat yang berwenang, jadi kesempatan untuk bermain dalam tanda kutip sangat kecil,”ujarnya.


Share