Home » CPNS » Soal Tes CPNS Sultra Tuntas Dicetak

Soal Tes CPNS Sultra Tuntas Dicetak

October 24, 2013 by - Filed under: CPNS 
Share/Bookmark


HOT NEWS !

Mulai Tahun 2014, Ujian CPNS akan dilaksanakan secara online dengan sistem Computer Assisted Test (CAT).

Apakah Anda sudah mengenal ujian dengan sistem CAT..?

Pelajari Info lengkapnya ...
Klik Disini >>

Soal Tes CPNS – Percetakan Sultra terus mengebut proses pencetakan soal tes tujuh daerah yang tahun ini menerima Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) melalui lewat jalur umum. Sejauh ini, sudah ada tiga daerah soal tesnya selesai dicetak.

Ketiga daerah tersebut yakni Kabupaten Wakatobi, Buton Utara dan provinsi Sultra. Sementara, Konawe Selatan, Konawe Utara, Bombana serta Kolaka Utara, masih dalam proses pencetakan.

Naskah soalnya masih sementara dicetak. Sudah ada tiga kabupaten yang sudah selesai. Yang terjauh seperti wakatobi, Butur dan provinsi yang paling banyak pelamarnya,” kata Kepala BKD Sultra, Hj Nur Endang Abbas kepada wartawan, Rabu (23/10).

Mantan ketua KNPI Sultra ini menjamin paling lambat 2 November, semua daerah sudah menerima soal tes, terutama di daerah yang agak sulit ditempuh seperti Konut dan Konsel. Endang menjamin, tidak akan terjadi keterlambatan distribusi soal, meski pelaksanaan tes tinggal menyisakan waktu sehari yakni 3 November. Sebab, dia berasumsi, mepetnya waktu antara distribusi soal dengan waktu pelaksanaan tes, bertujuan meminimalisir terjadinya kecurangan dalam pelaksanaan tes.

“Soalnya jangan lama ada di daerah. Ini untuk menghindari adanya hal-hal yang tidak diinginkan. Kita kasih waktu sehari dua daerah menyiapkan soal. Terjauh H-4 sudah sampai ke daerah. Tapi paling lambat 2 November semua instansi atau daerah sudah menerima soal tes,” jelasnya.

Mantan Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB Sultra itu, meyakinkan bahwa tes CPNS tahun ini benar-benar transparan. Sebagai buktinya, pada saat soal akan digandakan, turun perwakilan dari lembaga sandi negara yang ditugaskan mengawasi sterilnya penggandaan soal tes CPNS dari tangan-tangan jahil oknum tak bertanggung jawab.

Bahkan, pihak Lemsaneg tidak mengizinkan orang yang masuk dalam ruangan pada saat master soal akan dibuka, membawa kamera. Orang Lemsaneg tersebut bahkan membuat aturan, selain dirinya orang yang berada dalam ruangan tempat master soal akan dibuka, harus berada pada radius satu meter dengan tempat soal.

“Tahun ini semua tahap terprotect dari pusat, sehingga kami menjamin tes tahun ini benar-benar murni dan jauh dari sistem calo CPNS atau perjokian. Bayangkan, master soal dan password untuk tujuh instansi saja, berbeda-beda. Waktu mau dibuka juga, HP bukan lagi di silent, tapi harus off. Mereka juga minta ruangan steril dari kamera, karena jangan sampai ada yang diam-diam ambil gambar untuk memfoto soal tes,” tandasnya.

Ditempat terpisah, Wakil Gubernur Sultra HM Saleh Lasata, mengingatkan pihak percetakan untuk melaksanakan tugas sesuai aturan yang diberikan. Utamanya terkait kebocoran soal tes yang dicetak.

Pasalnya, sanksi tegas menanti jika pihak percetakan berani bermain-main dengan soal CPNS tersebut.”Seperti kejadian sebelumnya, saat penggandaan soal ujian SMA yang bocor, maka Kepala Percetakannya diberi sanksi. Begitu juga kali ini, kalau soal CPNS bocor, ya diganti,” tegas Saleh Lasata, saat ditemui usai Peringatan Hari Anak Nasional yang digelar di GOR Pemuda kemarin.

Meski mengeluarkan warning, namun Ketua Bazda Sultra itu percaya kalau panitia penyelenggara (termasuk pihak percetakan) bisa menjaga amanah itu sebaik-baiknya. Menurutnya, semua pihak yang terlibat punya kompetensi yang memadai dan bisa dipertanggungjawabkan. “Kita berharap hal seperti itu dijauhilah. Ini menyangkut kepentingan negara sehingga bersama-sama harus menyukseskannya,” himbaunya.

Bukan hanya itu, Wagub menegaskan, keberadaan lembaga lain yang turut menjadi jaminan kerahasiaan sekaligus transparansi penerimaan PNS. Mulai keterlibatan BPKP, Kepolisian, DPRD, maupun lembaga lain yang ditunjuk.

“Pembuatan dan pemeriksaan soal tak ada hubungannya dengan daerah. Keterlibatan panitia lokal sangat minim, pemeriksanaan hasil tes juga dilakukan konsorsium perguruan tinggi yang kita tidak tahu dimana saja mereka itu. Kami yakin, semua itu memberikan jaminan transparansi,” tandasnya. SUmber :JPNN