• Home »
  • CPNS »
  • Ujian CPNS Sumbar 2013 – Tiap Hari 500 Peserta Ujian CPNS

Ujian CPNS Sumbar 2013 – Tiap Hari 500 Peserta Ujian CPNS

WhatsAppShare

HOT NEWS !

Sejak Tahun 2014, Ujian CPNS dilaksanakan secara online dengan sistem Computer Assisted Test (CAT).

Apakah Anda sudah mengenal ujian dengan sistem CAT..?

Pelajari Info lengkapnya ...
Klik Disini >>

Tes CPNS Sumbar – Hari ini (21/10), ujian Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemprov Sumbar dimulai. Sebanyak 6.062 peserta, akan bersaing mendapatkan190 formasi CPNS. Sementara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Padang minta agar jadwal ujian CPNS pada 30 Oktober ditunda, karena pada hari Rabu itu Kota Padang menggelar pilkada.

Setiap hari, peserta yang mengikuti ujian sebanyak 500 orang, dibagi dalam lima shift selama 13 hari. Ujian dipusatkan di laboratarium Universitas Putra Indonesia (UPI) Lubuk Begalung Padang. Para peserta diimbau tidak curang karena bisa mengugurkan kepesertaan.

Peserta ujian diberikan waktu 90 menit untuk menyelesaikan 100 soal. Artinya untuk satu soal, peserta hanya diberikan waktu 54 detik.

Kepala Badan Kepegawain Daerah (BKD) Sumbar Jayadisman mengatakan, ujian CPNS hari ini diikuti pelamar umum untuk lingkungan Pemprov Sumbar dengan sistem komputerisasi atau CAT (Computer Assisted Test). “Dalam ruangan ujian terdapat 100 peserta yang diawasi 4 pengawas dari Badan Kepegawaian Negara dan BKD Provinsi,” ujar Jayadisman.

Ia mengatakan peserta ujian dibagi dalam 5 shift setiap hari termasuk hari libur, yakni pukul 08.00-09.40 WIB, 09.40-11.20 WIB, 11.20-13.00 WIB, 13.30-15.10 WIB dan 15.10-16.40 WIB. Kecuali hari Jumat dilakukan 4 shift, karena siangnya shalat Jumat. “Jadi setiap hari akan dites 500 peserta CPNS,” jelasnya.

Katanya, sistem CAT dalam ujian CPNS, baru pertama kali diterapkan di Sumbar. Dalam sistem CAT, peserta ujian diwajibkan menyelesaikan tiga kelompok soal yakni tes karakteristik pribadi (TKP), tes wawasan kebangsaan (TWK) dan tes intelegensi umum (TIU) . Untuk TKP diberikan bobot 1 sampai 5. Sedangkan TWK dan TIU, jika benar diberikan bobot 5 dan jika salah nilainya 0. Setelah ujian, peserta sudah bisa mengetahui kelulusan yang penilaiannya dilakukan BKN.

Dalam menjawab soal ujian, peserta dapat memilih soal yang akan dikerjakan lebih dahulu tanpa harus berurutan. “Tetapi dengan syarat soal yang telah dibuka belum dijawab. Apabila telah dijawab, jawaban soal tersebut tidak bisa dikoreksi lagi,” ingat Jayadisman.

Berbeda dengan sistem LJK. Apabila peserta CPNS telanjur menyilang salah satu jawaban, maka peserta bisa mengoreksinya kembali. “Kalau sistem CAT, ketika peserta telah menjatuhkan pilihan pada salah satu jawaban, maka jawaban tersebut langsung terkunci dan tak bisa diubah,” jelasnya.

Untuk antisipasi terjadinya komputer tidak dapat difungsikan peserta, panitia sudah menyiapkan 10 komputer cadangan, dan server cadangan. Genset juga disiagakan, untuk antisipasi pemadaman listrik.

Selama ujian berlangsung, Jayadisman pun melarang peserta ujian CPNS menggunakan alat komunikasi. Peserta juga wajib memakai pakaian rapi dan sopan dengan kemeja putih dan celana atau rok warna gelap. “Setiap peserta harus membawa KTP asli dan datang 30 menit sebelum ujian. “Jangan sampai datang terlambat. Kami tidak memberikan toleransi keterlambatan,” ujarnya.

Berbeda dengan pelamar umum, peserta ujian CPNS bagi honorer kategori dua (K2) baru digelar pada 3 November 2013, menggunakan sistem LJK. Soal ujian diperkirakan datang 24 Oktober nanti. “Nanti ada inspektorat dan kepolisian mengawasi kedatangan soal ujian CPNS bagi honorer K2. Tempat ujiannya di SMK 6 Padang,” ungkap Jayadisman.

Ujian honorer K2 ini hanya diikuti 92 orang. Peserta diberi waktu 90 menit untuk menjawab 120 soal. “Ujian honorer ini juga diawasi tim dari BKN dan pengawas lainnya,” ujarnya.

Tenaga honorer K2 wajib mengikuti dua tes yakni tes kemampuan dasar (TKD) dan tes kemampuan bidang (TKB). Sistem yang digunakan untuk penentuan kelulusan adalah passing grade. “Sepanjang nilainya di atas passing grade yang ditetapkan pusat, maka yang bersangkutan bisa diangkat jadi CPNS. Jadi, bisa saja tak satupun peserta diterima menjadi PNS. Maka jawablah soal dengan sebaik-baiknya,” ingatnya.

Dihubungi terpisah, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno memastikan penerimaan CPNS di lingkungan Pemprov bebas dari kecurangan. “Saya pastikan tidak ada celah sedikitpun untuk melakukan kecurangan. Saya berharap pelaksana ujian melakukan pengawasan dengan sebaik- baiknya. Para peserta CPNS juga jangan termakan bujuk rayu calo yang mengaku-ngaku bisa meluluskan,” ujarnya.

Ketua Tim Pengawas Ujian CPNS Sumbar Erizal mengimbau pelamar agar tidak percaya berbagai tawaran dari joki maupun calo. ”Jangan pernah percaya, karena tidak ada yang bisa memastikan lulus. Yang menentukan adalah pemerintah pusat dari hasil ujian,” ujarnya.

Minta Ujian Diundur

Terkait ujian CPNS yang digelar selama 13 hari, KPU Padang khawatir banyak pemilih yang tidak mencoblos saat pemilihan wali kota dan wakil wali kota Padang 30 Oktober 2013.

Untuk itu, KPU Padang melalui KPU Provinsi Sumbar menyurati Gubernur Sumbar agar ujian hari itu diundur di hari lain. “Jika tetap dilaksanakan ujian hari itu (30/10), diperkirakan ribuan pemilih di Kota Padang tidak dapat menggunakan hak pilihnya,” ujar Ketua KPU Padang Alison, kemarin (20/10).

Alison menyebutkan, kekhawatiran tersebut beralasan. Pasalnya peserta ujian kebanyakan masuk daftar pemilih. Jadwal serentak dimulai pada pagi hari hingga siang. Di sisi lain, pencoblosan di TPS dilakukan hingga pukul 12.00 WIB. “Kita telah sampaikan ke Gubernur. Informasi awal, Gubernur akan mengundur pelaksanaan ujian,” imbuhnya.

Distribusi Nomor Ujian

Berbeda dengan Pemprov Sumbar, Pemkab Solsel hari ini (21/10) baru mendtribusikan nomor ujian bagi pelamar yang lolos seleksi administrasi. Sedangkan peserta yang kena diskualifikasi batal diumumkan di website.

Kepala BKD Solsel Yulian Efi mengatakan, pekan lalu sempat direncanakan pembagian nomor ujian dimulai 23 Oktober 2013. Tapi diubah menjadi lebih awal, karena panitia telah menyerahkan kepada PT.Pos sebanyak 8.000 lembar nomor ujian. Sisanya, 2.000 amplop lagi didistribusikan, Selasa (22/10).

Sementara itu, pelamar yang diskualifikasi atau tidak memenuhi syarat (TMS) sekitar 5.166 orang, batal diumumkan di website sscn.bkn.go.id, dan solselkab.go.id. Menurut Yulian Efi waktu sudah sangat mepet, sehingga rencana tersebut kemungkinan batal. “Jadi, untuk mengetahui apakah pelamar didiskualifikasi atau tidak, bisa diketahui dari diterima atau tidaknya amplop balasan berisi nomor ujian,” tuturnya.

Untuk lokasi ujian, dipastikan sesuai rencana yakni di 89 unit sekolah di lima kecamatan; Koto Parik Gadang Diateh (KPGD), Sungaipagu, Pauhduo, Sangir, dan Sangirjujuan. Khusus Sangirjujuan merupakan lokasi ujian bagi honorer K2. “Baik pelamar umum maupun honorer K2, jadwal ujiannya sama 3 November. Kalau nomor ujian honorer K2, pada Jumat nanti didistribusikan,”imbuhnya. Sumber:Padang ekspres

WhatsAppShare
Share