• Home »
  • General »
  • Disnaker Jatim Menggandeng Surabaya Post Untuk Mengurangi Pengangguran

Disnaker Jatim Menggandeng Surabaya Post Untuk Mengurangi Pengangguran

Share

HOT NEWS !

Sejak Tahun 2014, Ujian CPNS dilaksanakan secara online dengan sistem Computer Assisted Test (CAT).

Apakah Anda sudah mengenal ujian dengan sistem CAT..?

Pelajari Info lengkapnya ...
Klik Disini >>

Guna menyukseskan tahun pencarian kerja dan pengurangan pengangguran di Jatim, Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Kependudukan (Disnakertransduk) Provinsi Jatim bekerjasama dengan Harian Sore Surabaya Post untuk menyebarkan informasi lowongan kerja.

Kepala Disnakertransduk Jatim, Hary Soegiri mengatakan, kerjasama tersebut merupakan salah satu upaya untuk pencapaian target kinerja tahun 2011. Harapannya, informasi lowongan kerja bisa sampai kepada masyarakat melalui penyebaran informasi lowongan kerja di media.

”Perlunya penyebaran informasi pasar kerja melalui media agar kebutuhan tenaga kerja dan persediaan tenaga kerja dapat bertemu sehingga kendala dalam pengurangan pengangguran seeprti tidak sampainya informasi lowongan kerja teratasi,” katanya dalam sambutannya ketika apel pagi di halaman Kantor Disnakertransduk, Senin (7/3).

Menurut catatan, di Jatim jumlah pengangguran sekitar 1,033 juta orang. Hingga Maret 2011, tercatat pencari tenaga kerja di database PLKT sebanyak 13.819 orang, jumlah lowongan sebanyak 3.135 buah, dan mampu membantu menempatkan pencari kerja sebanyak 1.502 orang.

Selama ini, kata Hary, media informasi yang sudah ada di Disnakertransduk hanya melalui pusat layanan karir terpadu (PLKT) dengan tiga layanan utama yakni, info penempatan, bimbingan karir, dan bursa kerja online.

Dalam kesempatan tersebut, Disnakertransduk juga menyerahkan bantuan mobil training unit (MTU) bantuan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI kepada UPT Pelatihan Kerja Tuban dan Jombang. Sarana Mtu ini digunakan untuk mendukung peningkatan pelayanan pelatihan berbasis masyarakat ke tengah-tengah kantong-kantong penganggur di kawasan terpencil.

”Mobil ini untuk melatih skill kelompok terpencil. Di dalam mobil ini terdapat kursi beserta meja, genset, LCD, alat pemotong, serta las,” katanya.

Di Jawa Timur, kata Hary, mobil ini difungsikan untuk kegiatan dari hulu hingga hilir. Kegiatan di hulu, untuk meningkatkan skill para pencari kerja, sedangkan di hilir, untuk mendatangi langsung operator-operator mesin di perusahaan sekaligus mengeceknya apakah benar-benar terampil atau tidak dengan dibuktikan dengan sertifikat. ”Kegaitan ini juga untuk meminimalisir kecelakaan kerja,” katanya.

Pada tahun 2010, jumlah perusahaan yang sama sekali tidak ada kecelakaan kerja hanya berjumlah 144 perusahaan. ”Tahun 2011 kita targetkan meningkat menjadi 175 perusahaan,” ujarnya.

Sedangkan perusahaan yang menerapkan sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja di Jawa Timur pada tahun 2011 ini ditargetkan semua perusahaan di kota/kabupaten di Jawa Timur menerapkan sistem ini.

Kepala Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan Disnakertransduk, Roem Hidayat mengatakan, jumlah kecelakaan kerja di Jawa Timur pada tahun 2010 sekitar 15.738 kasus dengan 2.232 korban meninggal.m9 Ref : surabaya post

Share
Share