Hati Hati – Penjahat Cyber Incar Web Lowongan Pekerjaan

Share

HOT NEWS !

Sejak Tahun 2014, Ujian CPNS dilaksanakan secara online dengan sistem Computer Assisted Test (CAT).

Apakah Anda sudah mengenal ujian dengan sistem CAT..?

Pelajari Info lengkapnya ...
Klik Disini >>

Penjahat Cyber – Penjahat cyber menggunakan email untuk mengirim malware melalui lampiran. Pada 2011, 24 dari 100 email mengandung lampiran berbahaya. Ramainya lalu-lintas pertukaraan melalui email bisnis saat ini, baik melalui PC, tablet dan smartphone telah memancing berkembangnya spam dan malware.

Trend Micro mengenali 60 persen dari lalu-lintas email harian berasal dari bidang bisnis dan tahun 2012 ini lalu-lintas email bisnis per hari mencapai 89 miliar. Terdeteksi para pebisnis menerima rata-rata 100 email per hari dan 16 persen email yang diterima dianggap spam.

Trend Micro memperkirakan bahwa jumlah lalu-lintas email bisnis ini akan mencapai lebih dari 143 miliar hingga akhir 2016 serta 73 persen karyawan perusahaan menyatakan bahwa mereka menggunakan email perusahaan untuk mengirim dokumen yang sangat rahasia. Seperti informasi pelanggan, produk, desain, strategi perusahaan, kutipan penjualan, dan lain sebagainya.

Karenanya Trend Micro Incorporated memandang ancaman keamanan di Asia Pasifik berada dalam kategori ancaman lama tetapi sedang menjelma dan merubah metode serangan mereka. Termasuk kini saat penjahat cyber masuk ke dalam email perusahaan untuk mencuri data penting.

“Alasan kenapa para penjahat fokus untuk melakukan serangan mereka dengan mencuri data pribadi perusahaan sangatlah sederhana. Hal ini merupakan kejadian yang terjadi pada pemilik-pemilik usaha kecil yang bekerja dengan menggunakan berbagai perangkat mobile sehingga memungkinkan mereka menjadi rentan terhadap terjadinya serangan,” kata Aulia Huriadi, Business Manager, Trend Micro, Indonesia kepada wartawan, Sabtu (27/10/2012).

Serangan dan ancaman paling besar ada di email, kemudian USB dan web palsu, terutama yang menawarkan rekruitmen pekerjaan. Serangan ini memanfaatkan kerentanan untuk kemudian masuk ke jaringan yang lain.

“Trend global lain yang saat ini sedang berkembang adalah adanya peningkatan penggunaan peralatan-peralatan penyerangan yang canggih seperti Automatic Transfer System (ATS), yang memungkinkan penjahat untuk mencuri informasi perbankan saat mereka sedang online,” katanya.

Kejadian-kejadian ATS telah terdeteksi di Eropa, adanya peningkatan jumlah pengguna perbankan online di Asia Pasifik berarti bahwa ATS bisa saja sudah mulai ada.

Dengan adanya pemetaan ancaman keamanan yang dinamis ini, Trend Micro menyarankan agar para pelanggannya menggunakan threat intelligence terhadap serangan-serangan yang terjadi. Adapun komponen-komponen dari strategi pencegahan ini adalah:

“Tingkatkan visibilitas jaringan, insight dan pengendalian melalui penggunaan solusi-solusi keamanan yang ada dan pilih sebuah solusi keamanan yang menggunakan integrity checks guna menjaga terjadinya perubahan malware di sistem-sistem dan registries yang dapat terjadi secara terus menerus,” tuturnya.

Selain solusi-solusi keamanan, organisasi-organisasi harus menyediakan waktu untuk memberikan edukasi kepada para karyawannya terhadap social engineering. Seorang karyawan yang diberdayakan dapat menjadi juru kunci dalam menangkal terjadinya serangan-serangan tersebut. Ref:Eko Surtriyanto/tribunnews

Share
Share