Home » General » Kanada Menawarkan Banyak Lowongan Bagi Tenaga Kerja Indonesia

Kanada Menawarkan Banyak Lowongan Bagi Tenaga Kerja Indonesia

April 20, 2011 by - Filed under: General 
Share

HOT NEWS !

Mulai Tahun 2014, Ujian CPNS akan dilaksanakan secara online dengan sistem Computer Assisted Test (CAT).

Apakah Anda sudah mengenal ujian dengan sistem CAT..?

Pelajari Info lengkapnya ...
Klik Disini >>

Melalui penjajakan terhadap potensi penyerapan Tenaga Kerja Indonesia sektor formal di Kanada, Amerika Utara selama 4-8 April 2011, Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) mendapatkan tawaran antara lain mengisi bidang pekerjaan hospitality (keramahtamahan) untuk 12.000 TKI.

Demikian disampaikan Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat lewat siaran pers, Rabu (20/4/2011). Besarnya tawaran itu, harap Jumhur, perlu segera direspon sekaligus dimanfaatkan sebaik mungkin utamanya pihak yang ingin menempatkan TKI ke negara tersebut.

Terkait kebutuhan itu pula, Jumhur mengungkapkan calon TKI formal berkemampuan semi skil dan skil maupun Pelaksana Penempatan TKI Swasta (PPKIS), dapat menghubungi Kedeputian Kerjasama Luar Negeri (KLN) dan Promosi di Kantor BNP2TKI Jalan MT Haryono Kav 52, Pancoran, Jakarta Selatan.

Sementara itu, Deputi KLN dan Promosi BNP2TKI Endang Sulistyaningsih, yang memimpin tim BNP2TKI, mengatakan penjajakan pasar ke negara Kanada sengaja dilakukan untuk memperluas persebaran TKI formal di luar negeri, di samping menyongsong momentum pelaksanaan Forum Konsultasi Bilateral Indonesia-Kanada pada 6 Mei mendatang di Kanada.

Diakui, kunjungan kerja itu juga bagian pengembangan “Program Promosi Terpadu Indonesia” meliputi Trade, Tourism, Investment, and Labour (TTIL) dengan koordinasi Direktorat Amerika Utara dan Tengah pada Kementerian Luar Negeri.

“Kegiatan penjajakan pasar TKI formal dilaksanakan dalam bentuk luncheon business meeting dan kunjungan lapangan,” kata Endang.

Selanjutnya, BNP2TKI menawarkan kekerjasama dengan pemerintah dan asosiasi penyalur tenaga kerja asing di Kanada untuk menempatkan TKI sektor Hospitality, Kesehatan, Migas, Konstruksi, dan IT.

Akhirnya, dengan kegiatan yang juga dikenal one on one meeting itu, delegasi BNP2TKI memperoleh komitmen sejumlah pihak swasta guna penempatan TKI sektor Hospitality sebanyak 12.000 orang, yang akan dipekerjakan pada kapal pesiar Holland American Line, baik sebagai pelayan restauran, bartender, house keeping, dan lain-lain.

Di luar sektor hospitality, perusahaan Super Nanny Canada Inc meminta sedikitnya 120 orang untuk tenaga perawat lanjut usia (caregiver), kemudian sektor pertanian dari Graceland International kategori seasonal workers di perkebunan strawberry 100 orang, perkebunan tomat 100 orang, perkebunan jamur 100 orang, dan permintaan 2 TKI sektor Hospitality setingkat jabatan chef pastry yang disampaikan perusahaan Ideal Hotel Management.

“Selain itu, BNP2TKI juga mendapat persetujuan The Tiffani Group, perusahaan yang bergerak di bidang perhotelan maupun real estate (property) untuk rencana mempekerjakan tenaga kerja asal Indonesia pada kedua industri tersebut,” ujar Endang. Berapa banyak TKI yang diperlukan dari dua pekerjaan itu, Endang berjanji secepatnya melangkah ke tahap lebih konkret.

Ditambahkan Endang, secara keseluruhan BNP2TKI akan terus menjalin komunikasi dengan agensi di Kanada yang telah berkomitmen mempekerjakan TKI, baik di perusahaan Holland American Line, Super Nanny Employment Agency, serta The Tiffany Group.

Sedangkan posisi tenaga kerja asal Filipina saat ini, lanjutnya, direncanakan dikurangi oleh para pengguna di Kanada, sehingga potensi pasar untuk TKI menjadi terbuka luas

Apalagi, image TKI cukup dikenal baik di Kanada. “TKI kita dikenal sangat baik, sopan, ramah dan loyal, namun demikian perlu diimbangi pelatihan yang baik dalam kemampuan Bahasa Inggris,” katanya.

Tantangan lainnya berasal dari kebijakan Pemerintah Kanada sebagaimana terdapat di Vancouver, yaitu kewajiban mendapatkan Labour Market Opinion (LMO) dari para pelaku rekrutmen tenaga kerja asing di Kanada, sebagai dasar merekrut ataupun menempatkan calon TKI.

Endang juga menuturkan, dalam kunjungan ke wilayah Waterloo atau ke Research In Motion (RIM), perusahaan yang memproduksi telepon genggam jenis Blackberry, tim BNP2TKI dibantu Duta Besar RI untuk Kanada, Dienne H. Muhario, dalam menyampaikan harapan Indonesia Indonesia sebagai sumber tenaga kerja di perusahaan RIM.

“Respon pihak RIM sangat positif dan membutuhkan sejumlah calon TKI berkualifikasi di bidang IT,” tandasnya. Ref : (lrn/did)-detiknews


Share