Tahun 2011 Jumlah Jamaah Haji Wafat Mencapai 212 Orang

Share

HOT NEWS !

Sejak Tahun 2014, Ujian CPNS dilaksanakan secara online dengan sistem Computer Assisted Test (CAT).

Apakah Anda sudah mengenal ujian dengan sistem CAT..?

Pelajari Info lengkapnya ...
Klik Disini >>

Jumlah jamaah calon dan haji Indonesia yang wafat hingga Sabtu (12/11) pukul 16.18 waktu Arab Saudi (WAS) atau 20.18 WIB mencapai 212 orang, dengan rincian 204 orang haji reguler dan delapan orang haji khusus.

Data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama di Mekah, Sabtu, menunjukkan, jamaah wafat terbanyak berasal dari embarkasi Surabaya 44 orang, disusul embarkasi Solo 38 orang, embarkasi Bekasi 29 orang, embarkasi Jakarta 23 orang, serta embarkasi Makassar 17 orang.

Penyakit yang diderita terbanyak sehingga jamaah wafat adalah peyakit sistem sirkulasi 152 orang, penyakit sistem pernafasan 43 orang, penyakit endokrin nutrisi dan metal enam orang, serta penyakit neoplasma dan penyakit darah dan organ pembuluh darah masing-masing empat orang.

Jika dilihat dari jenis kelamin maka jamaah yang wafat terbesar adalah pria mencapai 146 orang dan jamaah wanita 67 orang.

Lokasi wafat terbanyak di Mekah 156 orang, di Madinah 26 orang, di Mina 21 orang, di Arafah lima orang, dalam perjalanan Indonesia ke Arab Saudi empat orang dan di Jedah satu orang.

Jamaah yang wafat terbesar berusia 60 tahun ke atas sebesar 155 orang, usia 50-59 tahun 49 orang, usia 40-49 tahun tujuh orang dan usia di bawah 40 tahun dua orang.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kementerian Agama Slamet Riyanto, mengatakan jamaah wafat tahun ini memang banyak yang berusia 60 tahu ke atas dan masuk dalam golongan resiko tinggi (Risti).

“Memang usia 60 tahun ke atas banyak yang wafat dalam pelaksanaan haji karena memang faktor usia dan kelelahan,” katanya.

Namun demikian, katanya, Kementerian Agama, tidak berhak untuk melarang jamaah risti untuk tidak berangkat menunaikan ibadah haji karena memang mereka berkehendak untuk tetap berangkat.

“Soal usia dan penyakit memang mereka tetap mau berangkat walau soal penyakit memang sudah diketahui, bahkan mereka menginginkan wafat di Arab. KIta tidak bisa berbuat apa-apa karena itu hak mereka,” katanya.

Soal wafat haji berusia lanjut, dia minta hal itu sebaiknya jangan dipersoalkan dan diperdebatkan. Ref:ahmad wijaya/kemenag

Share
Share